Monday, 25 February 2013

SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL

Fungsi Sistem Pengapian




Fungsi dari sistem pengapian pada kendaraan adalah menyediakan percikan bunga api listrik pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi. Gambar di bawah adalah diagram sistem pengapian konvensional pada mobil
 

Berikut penjelasan singkat dari komponen sistem pengapian sesuai gambar di atas
 
     Baterai (Battery)
Sebagai sumber arus listrik dengan tegangan rendah (12 Volt). 
Kunci Kontak (Ignition Switch)
Untuk memutus atau menghubungkan arus listrik dari baterai ke koil. 
Koil (Ignition Coil)
    Menaikkan tegangan dari 12 Volt tegangan battery menjadi tegangan tinggi yang besarnya 10.000 – 20.000 Volt.
     Kontak pemutus/platina (breaker point) letaknya di dalam distributor.
Untuk menghubungkan dan memutuskan arus primer dari baterai ke kunci kontak ke koil sampai ke massa.
     Condensor/kondensator (condensor)
Untuk menyimpan induksi sendiri pada kumparan primer koil yang besarnya 300 – 400 Volt, mencegah percikan bunga api pada platina, serta mempercepat penuhnya arus primer pada saat platina menutup.
 
     Distributor
Berfungsi membagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang di hasilkan (dibangkitkan) oleh kumparan skunder pada koil ke busi pada tiap- tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian.
 
Bagian- bagian ini terdiri dari:
-       Cam (nok)
Membuka breaker point (platina) pada sudut cam shaftt yang tepat untuk masing-masing selinder.
-       Centrifugal governor advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin
-       Vacuum Advancer
Memajukan waktu pengapian berdasarkan kevakuman pada intake manifold.

-       Distributor Cap
Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing- masing selinder.
g   Kabel tegangan tinggi
               Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari koil ke busi  
              Busi
Memercikkan bunga api listrik di ruang bakar pada akhir langkah kompresi sehingga terjadi pembakaran campuran bahan bakar dan udara
Cara kerja 
 
Arus primer :
Kondisi ketika kontak point ( platina ) sedang terhubung.
Arus ditunjukkan dengan warna merah.
Battery -> Fuse -> Kunci kontak -> Kumparan primer koil -> platina -> massa.
Pada kondisi ini terjadi kemagnetan pada kumparan primer koil. Arus terus mengalir selama Platina terhubung ( diukur dengan dweel angle ).
Arus sekunder :
Kondisi ketika Platina terputus hubungannya.
Ketika platina terbuka, arus primer tiba - tiba berhenti. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya arus induksi yang terjadi pada kumparan sekunder. Arus yang terjadi mempunyai tegangan yang tinggi ( 20kV ) dan diteruskan ke Busi dengan perantara kabel tegangan tinggi.
Arus ditunjukkan dengan warna biru.
Kumparan sekunder koil -> kabel tegangan tinggi -> tutup distributor -> rotor distributor -> kabel busi -> Busi -> massa.
Pada kondisi ini terjadi percikan bunga api pada busi.

Monday, 18 February 2013

 DIFFERENTIAL

Differential atau sering dikenal dengan nama gardan adalah komponen pada mobil yang  berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin ke poros roda . Sekedar untuk mengingatkan Anda , bahwa putaran roda semuanya berasal dari proses pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar. Proses pembakaran inilah yang kemudian akan menggerakkan piston untuk bergerak naik turun . Lalu  gerak naik turun piston ini akan diteruskan untuk memutar poros engkol . Gerak putar poros engkol ini akan diteruskan untuk memutar roda gila / flywheel. Putaran roda gila akan diteruskan untuk memutar kopling kemudian diteruskan memutar transmisi ke as kopel lalu ke gardan . Gardan akan meneruskan putaran ini ke as roda dan as roda akan memutar roda, sehingga kendaraan dapat berjalan. Jadi dapat Anda ingat kembali urutan perpindahan tenaga dan putaran dari mesin sampai ke roda , sehingga kendaraan atau mobil dapat berjalan.


Fungsi gardan pada mobil adalah :


  • Merubah arah putaran mesin : Sebagaimana Anda ketahui bahwa posisi mesin pada mobil untuk truck atau khusunya mobil yang menggunakan as kopel, memiliki posisi mesin yang memanjang ke depan . Sehingga arah putaran dari roda gila jelas tidak searah dengan arah putaran roda. Maka gardan inilah yang membuat arah dari putaran mesin menjadi searah dengan arah putaran roda ( yaitu maju ke depan ) .
  • Memperbesar momen : Momen adalah tenaga putaran dari sebuah benda yang berputar. Putaran poros engkol mempunyai tenaga atau momen . Tenaga dari suatu benda yang berputar dengan cepat adalah kecil , sedangkan tenaga dari benda yang berputar lambat adalah besar. Seperti kita ketahui bahwa selambat - lambatnya mesin berputar memiliki kecepatan minimal 600 rpm. Maksudnya adalah dalam satu menit poros engkol berputar 600 kali. Sedangkan pada kecepatan tinggii memiliki kecepatan hingga 12.000 rpm , berarti poros engkol berputar 12.000 kali dalam 1 menit. Agar tenaga dari poros engkol ini menjadi besar , maka kecepatan putaran dari poros engkol ini harus diperlambat. Di sisnlah gardan memperlambat kecepatan putaran dari poros engkol tersebut, sehingga tenaga putar atau momen menjadi besar dan mobil dapat bergerak atau berjalan.
  • Membedakan putaran roda kiri dan kanan saat membelok : Pada saat mobil berbelok , putaran roda bagian dalam cenderung lebih lambat daripada putaran roda bagian luar. Hal ini dimaksudkan agar mobil dapat berbelok dengan baik dan tidak slip. Jika kedua roda antara yang kiri dan kanan selalu sama, maka mobil tak akan membelok. Di sinilah gardan membuat putaran roda kiri dan kanan tidak sama , sehingga mobil dapat membelok dengan baik.
Jadi jelaslah bahwa gardan memiliki fungsi yang sangat penting pada mobil , sehingga mobil tersebut dapat berjalan dengan baik. Adapun komponen - komponen utama gardan adalah sebagai berikut :
  • Final gear : terdiri atas ring gear dan drive pinion . 
  • Differential gear : terdiri atas pinion gear , side gear dan differential carrier.

Monday, 4 February 2013

PUNKERZ




Punk di dalam komunitas bahkan di masyarakat ini bukanlah aliran khusus dari musik Punk itu sendiri. Punk adalah komunitas penikmat musik Punk yang juga mengadaptasi fashionnya. Para Punk (punkers) memiliki cara berfikir yang kritis, anti kemapanan, berpenampilan seadanya.

Itulah sebenarnya kelompok anak Punk. Namun belakangan banyak gerombolan beratribut Punk yang berkeliaran dijalanan dan mengaku dirinya Punker. Hmm.. bingung kan? Coba baca dulu yang dibawah ini.

Para Punker memiliki kebanggaan dan ciri khas penampilan. Mereka tetap bertahan walau orang-orang sekitar selalu berpandangan negatif. Itu adalah suatu bentuk perlawanan terhadap pikiran-pikiran yang sudah dimapankan yang menganggap negatif karena melihat penampilan orang lain berbeda, menyimpang dan diluar kelaziman.

Namun yang terpenting adalah nilai-nilai punk dalam prakteknya yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mereka bisa survive, menjalin kebersamaan, saling peduli satu sama lain dan tetap mengunggulkan rasa dan kebebasan.

Kehidupan dijalanan penuh dengan tantangan. Apalagi untuk anak-anak Punk yang kebanyakan masih berusia sekolah. Dimana anak-anak lain pulang sekolah, bermain dan mengikuti berbagai kursus, para punker hidup dijalanan mencari uang untuk membantu orang tua. Terkadang dikejar dan digaruk trantib, digertak dan diperas oleh preman-preman, tetapi dalam posisi bertahan hidup di jalan, mereka mandiri, gembira dan punya rasa humor. Itulah yang sebenarnya dibutuhkan dalam kehidupan sosial, namun kebanyakan orang tidak peduli dan justru men-judge ‘saya benar dan mereka salah’,

Disisi lain, kondisi para Punk Street memang memprihatinkan. Jalanan hanya dijadikan tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. Mereka mencari uang dengan mengamen, tapi hasil jerih payahnya digunakan untuk membeli obat-obatan (drugs) dan minuman beralkohol. Mereka masih berusia belasan tahun, tiba-tiba memutuskan berhenti sekolah dan lari dari rumah. Mereka menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro (tablet obat batuk yang disalahgunakan untuk mabuk). Banyak dari mereka adalah perempuan berusia dini dan menjadi korban pelecehan seksual.

Bagi mereka, Punk hanya sebatas tempat pelarian dari tekanan hidup dan tanggung jawab. Di kepala mereka, dengan berpenampilan diri seperti Punker mereka bisa bebas dari segala bentuk tekanan hidup, bebas semau-gue, bebas menenggak minuman dan menelan puluhan tablet dextro, bebas mengekspresikan diri sebebas-bebasnya walau masyarakat disekitarnya terganggu.

So, the conclusion is…sebenernya Punk yang seperti ini bukanlah the real Punk! Mereka ini hanyalah posser, hanya menirukan penampilan Punker serta berperilaku hippies (menentang budaya dan pemikiran masyarakat umum). Tidak semua anak-anak berpenampilan Punk yang berkeliaran di jalanan adalah benar-benar Punk. Punker yang menjadi pelaku kriminal dan menyia-nyiakan hidup bukanlah Punk SEJATI. Punk yang sesungguhnya akan melihat kehidupan sebagai proyeksi, tergantung masing-masing individu untuk melakukan perubahan. Perubahan itu dimulai dari yang tidak ada, doing more with less, menjadi sesuatu yang berharga dan berarti. Tidak perlu berpenampilan ala Punk, Punk sejati adalah dari hati dan perbuatan yang nyata. Karena Punker adalah mereka yang bebas, tapi kebebasan yang punya tanggung jawab, memiliki cita rasa sosial yang tinggi dan penghargaan terhadap personal.

Disini ane nggak bermaksud meng-klaim kalo anak punk yang kita lihat di jalan-jalan itu bukanlah anak punk yang sebenarnya. Cuma ngasih pandangan buat kalian yang masih awam, bahwa para punker bukan hanya penampilan urakan, tapi punya cara pikir kritis dan berbobot, punk sebagai counter budaya hedonis. Dan buat kalian yang mengaku punker, mungkin kalian bisa mengukur diri kalian sendiri. Kalo cuma berkeliaran di jalan dengan atribut punk, merusuh, minum, ngedrugs, berarti kalian emang sekedar posser. Tapi kalo kalian punya disagreement tentang ideology masyarakat, dan bisa menyuarakan isi pikiran kalian dengan karya, you are the real punk! !